Rotasi di BUMD DKI, Dirut Pasar Jaya Bergeser ke PAM Jaya

Minggu, 17 Juli 2022 18:11 WIB

Share
Rotasi di BUMD DKI, Dirut Pasar Jaya Bergeser ke PAM Jaya
Dirut baru dan lama Pasar Jaya berpose bersama Dewan Pengawas Perumda Pasar Jaya (Foto: PPID DKI Jakarta)

Gerbang Jakarta, Minggu (17/7/2022). Jelang akhir masa bakti Gubernur Anies Baswedan, rotasi terjadi di pucuk BUMD DKI. Arief Nasrudin yang sebelumnya Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, kini didapuk memimpin Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

Penggantian itu salah satu langkah strategis dalam masa transisi dan transformasi di tubuh PAM JAYA untuk memperluas cakupan layanan, jelas Plt. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Budi Purnama. 

Budi menjelaskan, berakhirnya kerja sama antara PAM JAYA dan mitra swasta, yakni PALYJA dan AETRA, pada 31 Januari 2023, menuntut persiapan dan kesiapan dari semua stakeholders perusahaan, baik itu Direksi dan Dewan Pengawas, Manajemen dan Karyawan, Pemerintah bahkan masyarakat Jakarta. Apalagi, setelah kerja sama berakhir, PAM JAYA menghadapi pekerjaan besar untuk mencapai cakupan pelayanan hingga 100 persen pada tahun 2030.

“Pada masa transisi (pengakhiran), kunci keberhasilan pelaksanaanya berada pada peran masing-masing perusahaan (PAM JAYA, AETRA dan PALYJA) di mana setiap perusahaan dituntut untuk dapat saling bekerja sama, proaktif, dan partisipatif, serta adaptif dalam melakukan proses transisi. Sedangkan pada masa transformasi, PAM JAYA harus memastikan pelayanan tetap berjalan tanpa terganggu dengan proses perubahan yang dilakukan,” terang Budi.

“Penggantian Direktur Utama PAM JAYA merupakan bagian dari upaya dan strategi yang dilakukan Pemilik Modal untuk menempatkan pengurus PAM JAYA yang memiliki integritas, dedikasi, kompetensi yang handal, profesional dan pengalaman dalam rangka menyiapkan proses transisi dan transformasi yang baik,” ujarnya.

“Bapak Arief Nasrudin yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dan rekam jejak panjang selaku Direktur Utama Pasar Jaya memenuhi kriteria yang dibutuhkan dalam proses transisi dan transformasi PAM JAYA. Ia diharapkan mampu bekerja sama dengan semua stakehorlders dalam menyelesaikan proses transisi dan transformasi sesuai peraturan perundang-undangan,” lanjutnya.

 

Tri Prasetyo Dirut Baru Pasar Jaya

Pada saat bersamaan, Budi Purnama juga menjelaskan, posisi Arief Nasrudin di Pasar Jaya digantikan oleh Tri Prasetyo. Penggantian Direktur Utama Perumda Pasar Jaya merupakan bagian dari upaya dan strategi yang dilakukan Pemilik Modal untuk melakukan penyegaran dalam jajaran pengurus Perumda Pasar Jaya, serta menempatkan pengurus yang memiliki integritas, dedikasi, kompetensi yang handal, profesional serta berpengalaman.


“Tri Prasetyo selaku Direktur Utama Perumda Pasar Jaya yang baru memenuhi kriteria-kriteria tersebut, serta memiliki pengalaman pekerjaan dalam merencanakan, mengkoordinasikan, serta mengelola operasional perusahaan. Ia diharapkan mampu bekerja sama dengan semua stakehorlders untuk menyelesaikan tantangan Perumda Pasar Jaya ke depan, baik dalam bidang pengelolaan pasar, pembangunan dan/atau revitalisasi bangunan pasar, serta dalam bidang perkulakan dan retail,” terang Budi pada Sabtu (16/7).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, Tri Prasetyo memiliki pengalaman pada bidang usaha retail di PT Sumber Alfaria Trijaya,Tbk sebagai Distribution Center Manager, Deputy Branch Manager, Branch Manager, dan terakhir menduduki posisi sebagai Operational General Manager yang memimpin serta mengkoordinasikan 13 Senior Manager, 215 Manager dan 35.484 karyawan dalam mengoperasionalkan 4.492 toko yang tersebar di sebagian wilayah Jabodetabek dan Indonesia bagian timur.

“Pengalaman Bapak Tri Prasetyo pada bidang retail diharapkan akan mengembangkan bisnis Perumda Pasar Jaya pada bidang perkulakan dan retail, serta memberikan dukungan dalam program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan,” ujarnya.

 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar