Gubernur Anies: Simpang Temu Antarmoda Mudahkan Warga Berpindah Tempat

Kamis, 9 Desember 2021 22:23 WIB

Share
Gubernur Anies: Simpang Temu Antarmoda Mudahkan Warga Berpindah Tempat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat panen duku di Condet (Foto: Ist)

GERBANG JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta, bakal membangun simpang temu antarmoda transportasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Keberadaannya pun nantinya menjadi media penghubung pejalan kaki dari Stasiun MRT Lebak Bulus menuju titik transit kawasan di Transit Plaza, Lebak Bulus.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam pencangannya mengapresiasi perencanaan pembangunan tersebut. Karena, diharapkan memberikan kemudahan bagi pengguna transportasi publik, dan pejalan kaki yang melakukan kegiatan transit.

"Ini juga sekaligus mendukung terwujudnya integrasi antarmoda di kawasan tersebut yang merupakan pertemuan berbagai moda transportasi seperti MRT Jakarta, Transjakarta, dan transportasi daring," ujar Gubernur Anies, Rabu (8/12/2021).

 

Melalui Pembangunan Area Simpang Temu Lebak Bulus ini, Anies juga ingin mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum yang lebih bebas emisi melalui moda MRT. Sebab, pembangunan ini merupakan proses transformasi Jakarta menuju kota yang mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan.

"Kita menginginkan warganya dapat tinggal dengan nyaman, dan ada kemudahan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya melalui moda transportasi yang terpadu dan terkoneksi di Simpang Temu Lebak Bulus ini," jelasnya.

Dalam hal ini PT MRT Jakarta menjadi pengelola Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Lebak Bulus, dan bertugas memonitor proses pengajuan perizinan, serta melakukan pemantauan dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh PT Inti Menara Jaya. 

 

Pembangunan ditargetkan akan berlangsung selama kurang lebih 10 bulan setelah pencanangan.

Simpang Temu ini akan menyediakan titik transit multi moda dari stasiun MRT Lebak Bulus berupa jembatan interkoneksi sepanjang ± 200 m menuju Transit Plaza yang memiliki fasilitas pendukung berupa parkir sepeda, kiss and ride, pemberhentian Transjakarta , dan pemberhentian transportasi daring di dalam area taman seluas ± 2.000 m2.

Halaman
1 2
Reporter: Dikki Wahyu Afandi
Editor: Dikki Wahyu Afandi
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler