Video-Video Teori Konspirasi di TikTok Resahkan Dunia

Rabu, 18 Agustus 2021 20:00 WIB

Share
(ilustrasi/Foto: ABC)

GERBANG JAKARTA. Viral di platform TikTok, video-video tentang teori konspirasi belakangan ini makin meresahkan. Salah satunya mengklaim jika pemerintahan totalitarian akan menguasai Australia dan tentara Amerika Serikat akan menyerbu negara itu.

Media Australia, ABC, melaporkan, salah satu konten TikTok yang viral adalah video yang menayangkan Menteri Kesehatan New South Wales (NSW), Brad Hazzard, dalam konferensi pers mengatakan pandemi sebagai sebuah "orde baru dunia" bulan Juli lalu.

Sebutan "The New Order" dalam teori konspirasi menyebutkan adanya pemerintahan totalitarian, atau yang memiliki partai tunggal, dan sedang muncul di penjuru dunia. Padahal, sejatinya bukan itu yang dimaksudkan oleh Menteri Kesehatan NSW dalam konferensi persnya.

Konten lainnya yang ditonton sampai 130.000 lebih adalah video yang menayangkan tank milik militer Amerika Serikat yang tiba di sebuah pantai, kemudian disebut jika mereka tiba di Australia untuk perang.

Pekan lalu, TikTok telah menghapus konten-konten video tersebut dan pengguna yang mengedarkannya telah diblokir.

Mitch, pemuda dari Kawasan Cairns, Australia, awalnya mengunduh aplikasi TikTok untuk hiburan, tapi ia mengatakan algoritme aplikasi tersebut mulai menawarkan konten teori konspirasi.

Di aplikasinya, konten terkait informasi salah soal COVID dimulai dengan video seorang senator dari Partai One Nation, yakni Malcolm Roberts, yang berbagi informasi salah soal vaksin.

"Kemudian muncul hoaks dan video yang mengatakan jangan divaksinasi dan saya terkejut juga," ujar Mitch. "Saya pikir enggak masuk akal dan saya swipe ke video selanjutnya."

Laporan investigasi dari program triple j Hack dan Four Corners ABC sebelumnya menemukan jika algoritme TikTok telah membuat pengguna di Australia rentan terhadap "konten yang membahayakan" yang dimuat di bagian "For You Page".

Semakin banyak "Like" video yang diberikan, atau mengikuti akun tertentu, maka TikTok akan mempelajari kebiasaan Anda dan tak heran jika video-video yang muncul di ponsel Anda akan bertema sama.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler