Studi di Inggris Menunjukkan, Covid-19 Menurunkan Kecerdasan  

Kamis, 5 Agustus 2021 18:00 WIB

Share
(Ilustrasi/Foto: istockphoto)

GERBANG JAKARTA. Sebuah studi di Inggris melaporkan temuan yang konsisten mengenai adanya "kabut otak" atau kondisi di mana kita sulit untuk berkonsentrasi pada pasien long Covid-19.

Adanya kabut otak yang disebabkan infeksi Covid-19 dalam waktu yang lama itu memiliki efek negatif dalam mengurangi kecerdasan. 

Data diambil dan dianalisi dari 81.337 orang yang mengikuti "Great British Intelligence Test" pada tahun 2020. Sekitar 13.000 orang melaporkan bahwa mereka telah tertular Covid-19, dan 275 di antaranya telah menyelesaikan tes yang dilakukan sebelum dan sesudah infeksi.

Tak hanya itu, usia, pendidikan, dan suasana hati secara keseluruhan dari responden juga dinilai. Hasilnya, mereka yang pernah terinfeksi merasa lebih sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan penalaran, pemecahan masalah, dan perencanaan tata ruang.

Menurut para peneliti, hasil ini sesuai dengan laporan long Covid-19 sebelumnya, di mana adanya "kabut otak", sulit berkonsentrasi, dan kesulitan menemukan kata-kata yang tapat menjadi hal biasa yang ditemukan pada penyintas.

Sedangkan untuk rentang memori kerja dan pemrosesan emosional tampaknya tidak terpengaruh. Seberapa buruk penurunan kognitif berkaitan dengan seberapa serius infeksi tersebut terjadi.

Para peneliti mengatakan, mereka yang telah dibantu ventilator saat terinfeksi, alias mengalami gejala berat, menunjukkan efek yang paling substansial. Rata-rata, skor IQ mereka turun 7 poin.

Meski skala defisit yang diamati tidak substansial, tetapi para peneliti mengatakan brain imaging atau pencitraan otak diperlukan sebelum menarik kesimpulan.

Para peneliti berspekulasi jika demam tinggi dan masalah pernapasan dapat berkontribusi pada penurunan kognitif. Tetapi gejala-gejala itu telah lama hilang bagi kebanyakan orang dalam penelitian ini, di mana para peniliti mencatat hanya 4,8 persen dari peserta yang melaporkan gejala menetap.

Apa pun hasilnya, studi ini telah memberikan wawasan tentang satu bagian kehidupan para penyintas Covid, suatu kondisi yang telah dilacak dengan cermat oleh CDC.

Halaman
1 2
Editor: Admin Local
Contributor: Devana Dea
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler