Blusukan ke Apotek, Jokowi Kecewa Stok Antivirus Kosong

Sabtu, 24 Juli 2021 08:30 WIB

Share
Presiden Jokowi blusukan cari antivirus (Foto: Setpres)

"Iya ini saya yang dapat hanya multivitamin, yang mengandung Zinc. Hanya itu, suplemen juga, suplemen ini ada yang D3 ada tapi hanya yang 1000. Hanya dapat yang ini saja. Vitamin D3 yang 1000," lanjutnya.

Mendengar temuan Presiden tersebut, Budi meminta maaf karena masih ada apotek yang tidak memiliki stok obat-obatan tersebut, ia pun berjanji akan mengeceknya. Budi menjelaskan bahwa untuk ketersediaan obat-obatan di sebagian apotek kini bisa dicek langsung secara online.

"Karena saya ada catatan pak presiden. Kita kan sudah ada yang online. Saya barusan cek ya pak, misalnya untuk Fapiviravir di apotek Kimia Farma Tajur Baru ada 4.900, apotek Kimia Farma Juanda 30, ada 4.300, apotek Kimia Farma Semplak Bogor ada 4.200," kata Menkes.

Salin Kimia Farma, ketersediaan obat terapi Covid-19 juga bisa dipantau secara online di apotek Century, Guardian, K24, dan lainnya.

"Jadi saya nanti doble cek ya pak.  Nanti ini saya kirim ke ajudan Pak. Itu ada data online yang ada di RS itu bisa dilihat by kota segala macam," katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, Jokowi mengatakan, akan mengeceknya ke apotek yang disebutkan Menkes tersebut. "Oke. Ndak saya tak ke sana saja, tak beli itu coba ada ndak," pungkas Jokowi.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia dalam sebulan terakhir melonjak tinggi. Hal itu berakibat pada meningkatnya permintaan akan obat-obatan perawatan virus corona.

Sebelumnya Kesehatan (Menkes) Budi sudah pernah mengimbau masyarakat dan perusahaan agar tak membeli obat-obatan penanganan Covid-19 sebagai persediaan,  karena dapat menutup akses bagi orang yang benar-benar membutuhkan obat.

"Kalau kita stok di rumah, saya mengerti karena itu memberikan rasa nyaman, tapi itu mengurangi kans satu orang yang membutuhkan untuk mendapatkan akses dan dia bisa mati," kata Budi, dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7/2021).

Budi kembali mengingatkan, obat-obatan tersebut semestinya diperoleh dengan resep dokter dan ditujukan bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

Halaman
1 2 3
Editor: Admin Local
Contributor: Devana Dea
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler