Kyai Lutfi Fathullah dan Literasi Islam Digital

Selasa, 13 Juli 2021 18:00 WIB

Share
Kyai Lutfi Fathullah dan Literasi Islam Digital
KH Lutfi Fathullah dan KH A Syarifuddin, ulama ahli hadist Betawi (Foto : Dok Masjid Al Musari'in)

GERBANG JAKARTA. Penguasaan Ilmu Agama Islam almarhum K.H Lutfi Fathullah tak perlu diragukan. Bahkan, sudah banyak karya yang beliau torehkan sepanjang hidupnya, salah satunya perjuangan beliau dalam memperkuat literasi Islam digital. 

Bersama tim Pusat Kajian Hadist, beliau mendirikan website Perpustakaan Islam Digital. Di situ, terdapat 2.700 judul dan 6.100 jilid kitab klasik maupun kontemporer yang bebas diunduh kalangan pencinta ilmu. 

Laman https://perpustakaanislamdigital.com/ ini menampilkan sejumlah karya tulis dari para alim ulama kenamaan, mulai dari ilmu Al-Qur'an, tafsir Al-Qur'an, ilmu hadist, sejarah, hingga bidang akhlak dan tasawuf. Mulai dari kitab Tafsir Jalalain, kitab Ash Shohih Al Bukhori, hingga kitab hadist Arbain karangan Imam Nawawi. 

Dalam kata pengantarnya di website, KH Lutfi Fathullah mengatakan, sebagai seorang pelajar, terlebih pengajar, apalagi ulama, perpustakaan merupakan kekayaan yang mutlak dimiliki. Terasa aneh jika seorang yang katanya ulama namun hanya memiliki puluhan kitab saja. 

Lantas, yang membuat Kyai Lutfi miris selama ini, banyak kampus maupun pondok pesantren yang miskin referensi bahkan perpustakaan yang dibilang kurang layak. Alhasil, bersama tim beliau mengambil inisiatif membuat perpustakaan digital yang ke depannnya bisa terus dikembangkan dan semakin lengkap koleksinya. 

Cucu ulama kenamaan Betawi, Guru Mughni Kuningan ini menambahkan, kelebihan perpustakaan digital ini dapat diunduh oleh semua kalangan secara bebas sehingga dapat diakses dalam gawai kapan saja, meskipun tidak tersambung koneksi Internet. "Program ini mempunyai kelebihan antara lain mudah mencari data," ujar KH Lutfi.

Selain itu, dalam perpustakaan digital ini juga menampilkan sebuah karya tulis Kyai Lutfi yang diberi judul 40 Hadist Keutamanaan Dzikir dan Berdzikir. Karya tersebut beliau tulis bersama ulama Betawi lainnya, Habib Abdurrahman Bin Muhammad Bin Ali Al Habsyi. 

Menariknya, Habib Abdurrahman merupakan cucu dari Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang. Di mana, Habib Ali dan Guru Mughni, kakeknya Kyai Lutfi, merupakan sama-sama murid dari Habib Usman Bin Yahya, mufti Betawi yang sangat tersohor keilmuannya. 

Pada Minggu (12/7/2021) lalu, Kyai Lutfi telah pergi memenuhi janji yang telah ditulis untuknya. Selamat jalan kyai, terima kasih atas jejak-jejak ilmu yang telah engkau tinggalkan. 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar