Polisi Selidiki Video Arisan Tante Sosialita, Jadikan Brondong Sebagai Tumbal
Kamis, 1 Juli 2021 20:00 WIB
Share
Ramadhini Sari, MC Arisan Tante Sosialita menjadikan Brondong sebagai Tumbal (Foto: Istimewa)

GERBANG JAKARTA. Video pengakuan seorang perempuan yang menjadi master of ceremony (MC) di sebuah arisan tante sosialita dengan menumbalkan brondong viral di media sosial.

Cerita miris itu diungkapkan pemilik akun TikTok @dinskidiary dalam sejumlah video. Di salah satu video, tersebutlah seorang perempuan bernama Ramadhini Sari menceritakan dirinya pernah menjadi MC di sebuah pesta ulang tahun.

Acaranya digelar di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Namun yang membuatnya tercengang adalah arisan tante sosialita itu berujung pada eksekusi brondong yang dijadikan tumbal.

Dalam video, Ramadhini Sari menampilkan tangkapan layar percakapannya dengan seseorang yang menjadi penghubung. Untuk menjadi MC acara ulang tahun perempuan bernama Bu Lanny yang ke-54 itu, ia ditawari Rp10 juta dengan durasi satu jam.

Acara digelar pada 19 Mei 2021. Kejanggalan mulai muncul saat penyelenggara tak membolehkannya mengajak MC laki-laki dan hanya boleh mengajak MC perempuan sebagai partner.

Dalam video selanjutnya, penyelenggara menjelaskan bahwa si berondong sudah setuju untuk dijadikan tumbal. Prosesinya, si brondong di tarik di antara para dancer. Akan tetapi, saat prosesi itu mulai berlangsung, MC dan seluruh dancer diminta meninggalkan lokasi.

“Tenang aj jgn takut. Semua sdh ad tahapan na mereka (bu Bonang team) sdh paham,” tulis penyelenggara. Si penyelenggara ini mengaku sebagai anak buah bu Lanny. “Jadi Irvan it kemarin dirubah sm bu Lanny bos qu unt dijual jd tumbal krn si Irvan butuh uang jg.”

“Kebetulan ada 3 tante yg nawar dy cm kmrn Irvan milih bu Nelinda krn dy dpt uang yg lumayan,” jelas penyelenggara.

Apa tujuan tumbal brondong itu? Di video disebutkan untuk pesugihan. “Pesugihan untuk awet muda, kecantikan, kekayaan, karir dan lain-lain,” beber penyelenggara.

Konon, acara seperti itu bukan kali pertama digelar, melainkan sudah 16 kali dan ritual dilakukan sekali dalam setahun, itu artinya ritual tersebut sudah berjalan selama 16 tahun. Brondong yang menjadi tumbal akan dieksekusi dengan dua cara, manual dan menggunakan mesin.

Halaman
1 2
Berita Terpopuler