Meski Libur Dimundurkan Sehari, 1 Muharam 1443 H Tetap 10 Agustus 2021

Senin, 21 Juni 2021 13:00 WIB

Share
Meski Libur Dimundurkan Sehari, 1 Muharam 1443 H Tetap 10 Agustus 2021
(Ilustrasi/Ist)

GERBANG JAKARTA. Pemerintah telah menetapkan libur awal tahun baru 1443 Hijriah mundur satu hari, dari 10 Agustus 2021 menjadi 11 Agustus 2021. Namun berdasarkan penghitungan hisab, tanggal 1 Muharam 1443 H tetap akan jatuh pada Selasa (10/8/2021). 

Ustadz Abdul Ghofur, Ketua Lembaga Falakiyah Pondok Pesantren Al Hidayah Basmol mengatakan, berdasarkan penghitungan kalender hijriah tanggal 29 Zulhijjah 1442 H jatuh pada Minggu (8/8/2021).

Tapi, mengingat posisi hilal belum memenuhi syarat dalam penghitungan hisab maupun secara rukyatul hilal, sehingga bulan Zulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari. 

"Tidak mungkin kalau 1 Muharam 1443 H jatuh Senin (9/8/2021), karena istikmal. Sehingga, tahun baru Hijriah tetap akan jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021," ujar Ustadz Abdul Ghofur kepada GerbangJakarta, Senin (21/6/2021). 

Sebelumnya, pemerintah telah merilis Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 712/2021, Nomor 1/2021, Nomor 3/2021 tentang Perubahan Kedua Atas SKB Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 642/2020, Nomor 4/2020, Nomor 4/2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah merevisi penetapan hari libur nasional awal Muharam serta Maulid Nabi Muhammad ShollallahuAlaihiWassalam (SAW). Semula, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah jatuh pada hari Selasa (10/8/2021), kini diubah menjadi Rabu  (11/8/2021).

Selanjutnya, Hari Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW yang awalnya ditetapkan pada Selasa (19/10/2021), diganti menjadi Rabu (20/10/2011).  

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, revisi bertujuan untuk  menghindari terjadinya longweekend atau libur panjang akhir pekan lantaran masih tingginya angka paparan virus Covid-19.

Pergeseran hari libur ini pun diterapkan pada hari raya keagamaan yang tidak ada ritual ibadahnya.

Selain mengubah jadwal libur awal tahun baru Islam dan Maulid Nabi Muhammad SAW,  dalam kebijakan tersebut pemerintah juga menghapus libur cuti bersama pada 24 Desember 2021. Tidak adanya longweekend hingga akhir tahun diharapkan masyarakat lebih memilih berdiam di rumah, sehingga dapat menekan angka penyebaran virus Covid-19. 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar