Penelitian: Bekerja Terlalu Lama Bikin Cepat Mati!!!

Minggu, 13 Juni 2021 07:00 WIB

Share
(Ilustrasi: Live Law)

GERBANG JAKARTA. Penelitian terbaru menunjukkan, orang yang bekerja lebih dari 54 jam dalam satu pekan berisiko cepat meninggal. Bekerja terlalu keras disebut membunuh tiga perempat juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Disitir dari BBC, penelitian di atas menunjukkan betapa suramnya faktor terlalu banyak kerja dalam mempengaruhi kesehatan seseorang. Kajian ini disebut sebagai studi pertama yang mengukur beban penyakit global akibat jam kerja yang panjang.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan 17 Mei, peneliti dari beberapa lembaga, antara lain Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), menunjukkan bahwa setiap tahun tiga perempat juta orang meninggal karena penyakit jantung iskemik dan stroke. Penyebabnya adalah bekerja berjam-jam.

Penyakit jantung iskemik, juga dikenal sebagai penyakit jantung koroner, terjadi akibat arteri yang menyempit. SCAD yang dialami Choi berbeda dari penyakit jantung iskemik konvensional, tapi stres dan tekanan darah tinggi merupakan faktor utama pada kedua masalah kesehatan ini.

 

Dengan kata lain, lebih banyak orang meninggal karena terlalu banyak bekerja daripada karena menderita malaria. Ini adalah krisis kesehatan global yang menuntut perhatian dari setiap orang, perusahaan dan pemerintah.

Dan jika kita tidak menyelesaikannya, persoalan ini mungkin tidak hanya terus berlanjut, tapi juga dapat menjadi lebih buruk.

Dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Environment International, para peneliti secara sistematis meninjau data jam kerja yang panjang (55 jam atau lebih per minggu), dampak kesehatan, serta tingkat kematian di sebagian besar negara di dunia.

Data yang diteliti berasal dari tahun 2000 hingga 2016.

Para penulis kajian itu mengontrol faktor-faktor seperti jenis kelamin dan status sosial ekonomi, untuk mengetahui efek murni dari kerja berlebihan terhadap kesehatan.

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler