Fahira: Kejahatan Seksual Anak Sama Bahayanya dengan Korupsi dan Terorisme

Jumat, 21 Mei 2021 13:00 WIB

Share
Fahira: Kejahatan Seksual Anak Sama Bahayanya dengan Korupsi dan Terorisme
anggota DPD RI Fahira Idris (Foto : Instagram Fahira Idris)

 

GERBANG JAKARTA. Anggota DPD RI Fahira Idris geram dengan banyaknya kasus perkosaan anak di bawah umur belakangan ini. 

Menurut dia, siapa saja di Indonesia harus memandang bahwa setiap kekerasan seksual terhadap anak setara dengan kejahatan terorisme, korupsi, dan narkoba yang harus diberantas dan diperangi bersama.

“Belakangan ini terjadi beberapa kasus kekerasan seksual terhadap anak, salah satunya dugaan pemerkosaan terhadap remaja putri di Bekasi, pelakunya sudah menjadi tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang,” ujar Fahira kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).

Sejak diterbitkannya UU 17/2016 tentang Perlindungan Anak, sudah banyak pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang mendapat hukuman di atas 10 tahun. Bahkan di antaranya mendapat hukuman tambahan kebiri kimia karena dinilai menjadi predator seksual anak.

Menurutnya,  Peraturan Pemerintah (PP) 70/2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak, adalah salah satu bentuk penegasan komitmen bangsa yang telah menetapkan kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa.

Untuk itu, harus ada penegakan hukum yang luar biasa terhadap setiap kasus kekerasan seksual terhadap anak dan dalam prosesnya mengedepankan hak-hak anak yang menjadi korban.

"Artinya kita mengirim pesan kepada siapa saja bahwa tidak ada tempat di negeri ini bagi siapa pun yang berani melakukan kekerasan seksual terhadap anak,” pungkasnya. 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar