Arah Mata Angin di Betawi, Beletan Sampai Beludik
Sabtu, 1 Mei 2021 15:00 WIB
Share
Penggunaan kata mata angin di Betawi sudah jarang yang memakainya. (Foto: www.clipbest.com)

GERBANG JAKARTA. Di Betawi ada istilah untuk menyebut arah angin. Misalnya, ada tukang ikan kalo mau belanja ikan, bilangnye mau milirin dulu. Dari Tanjung Duren ke Kemanggisan (ke Selatan), arahnya dibilang mudikin.

Berdasarkan Ensiklopedia Jakarta arah Barat sebutan Betawinya bekulon atau belah kulon. Timur disebut beletan atau bela wetan. Sedangkan belilir atau bela ilir untuk menujukkan arah Utara. Sedangkan untuk arah Selatan kata Betawinya beludik atau belah udik.

Sedangkan Aba Mardjani, penulis Sketsa Betawi dari Pondok Pinang punya penjelaasn tambahan untuk mata angin di Betawi. “Kalu di Pondok Pinang, beletan = sebelah wetan, tapi kalu jalan ke beletan jadi ngetanin. Beludik = sebelah udik, jalan ke udik jadi mudikin. Bekulon = sebelah kulon, jalan ke kulon jadi ngulonin. Blilir = sebelah ilir, jalan ke ilir jadinya milirin,” ungkap Aba yang juga wartawan olahraga.

Dalam versi lain, arah milirin berarti mencari nafkah. Misalnya tukang pisang mau milirin, itu artinya tukang pisang pergi bekerja. Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia istilah mudik disinonimkan dengan istilah pulang kampung yang merupakan kegiatan perantau atau pekerja migran untuk pulang ke kampung halamannya. 

Berita Terpopuler