Habib Jindan : Ini Perbedaan Hamba Allah dan Hambanya Rezeki
Rabu, 28 April 2021 09:00 WIB
Share
Pengajian yang dipimpin Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan (Foto : livestreaming Youtube)

GERBANG JAKARTA. Sungguh karunia dan anugerah yang Allah Taala berikan kepada umat manusia sangat banyak dan tak mungkin bisa dihitung.

Tapi, hadirnya nikmat berupa rezeki dan kekayaan kadang kala membuat manusia terjebak atau terpedaya sehingga justru malah menjauh dari hubungan kepada Sang Pemberi Karunia. 

Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan mengatakan, sifat manusia dalam menyikapi rezeki terbagi dua. Masing-masing yakni, hamba Allah dan hamba rezeki. "Mudah-mudahan fasilitas dan sarana yang Allah sediakan ini akan membantu kita dalam ketaatan. Fasilitas yang ada ini, kalau tidak dipakai untuk ketaatan maka akan habis untuk maksiat," kata Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan dalam pengajian Kalam Al Habib Ali Al Habsyi Malam ke-16 Ramadan di Pondok Pesantren Al Fachriah, Larangan Kota Tangerang, Selasa (27/4/2021).

Menurut Habib, ciri khas seseorang dikatakan sebagai hamba rezeki mana kala, hadirnya fasilitas baik berupa kekayaan, waktu, dan kenikmatan lainnya malah menjadikan dirinya jauh atas jalan dan petunjuk Allah Taala. Dirinya menjadi kikir, pelit bahkan lalai atas perintah dan kewajiban yang diamanahkan kepadanya. 

"Apabila Allah membentangkan rezeki kepada para hamba-hambanya, niscaya mereka akan melakukan perbuatan kezoliman, penindasan, dan perbuatan yang melewati batasan-batasan yang telah ditetapkan Allah. Itu yang mereka lakukan di muka bumi ini, para hamba-hambanya rezeki," ujarnya. 

Namun, mana kala Allah Taala sempitkan rezekinya, hamba tersebut malah berkeluh kesah akan kondisi dan keadaan dirinya. "Seandainya dia diberikan kemiskinan, maka akan sibuk berkeluh kesah, sibuk uring-uringan. Kan Habib Ali memberikan nasihat dalam suatu hadist dikatakan, 'Dunia itu memang penjaranya orang yang beriman'," jelas Habib Jindan. 

Sementara, ciri sifat hamba Allah, harta yang dimiliki tidak akan membuatnya tergoda untuk berbuat zolim, meninggalkan perintah-NYA atau justru melakukan hal-hal yang telah dilarang-NYA. Habib Jindan bilang, bisikan dari setan, nafsu diri, ataupun perempuan tidak akan mampu menggoda dirinya untuk bermaksiat dengan rezeki yang telah dianugerahkan kepadanya.  

Ia menambahkan, hamba Allah yang telah memperoleh banyak rezeki akan ringan hati dan tangannya untuk membantu orang yang membutuhkan. "Persis seperti sifatnya para salaf, yang fakir merasa terbebas dari ikatan dunia, tidak ada tuntutan hisab, serta tidak bisa diperbudak dunia. Sedangkan  mereka yang kaya itu akan gemar berinfak, itulah hamba-NYA Allah, mau rezeki sempit ataupun luas tidak bisa membahayakan mereka, tidak membuat lupa dan lalai kepada Allah Taala," jelas Habib Jindan.