Entong Sukirman, Punya Segudang Prestasi dan 25 Karya Tari

Rabu, 14 April 2021 22:36 WIB

Share
Entong Sukirman, Punya Segudang Prestasi dan 25 Karya Tari

GERBANG JAKARTA. Jika ada seniman Betawi dengan banyak karya dan prestasi, maka Sukirman atau biasa disapa Entong Sukirman Kisam wajib disebut sebagai salah satunya.

Ya, pria yang tepat hari ini ulang tahun (kelahiran (14 April 1969)  telah menciptakan 25 karya tari. Bukan hanya itu. berbagai prestasi dan penghargaan diraihnya baik dari dalam maupun luar negeri.

Darah seni mengucur deras dari leluluhurnya. Ia terlahir dari keluarga seni topeng Betawi yang menggabungkan seni tari, musik, dan teater.  Ayahnya, Kisam, adalah pimpinan grup Topeng Betawi Ratnarasi, neneknya Mak Kinang adalah maestro Tari Betawi. Sedangkan kakaknya, Kartini Kisam, juga maestro tari Betawi.  

Entong mengaku mendapat amanat meneruskan grup Topeng Betawi Ratnasari dari ayahnya, Kisam, pada 1988. "Amanat itu jatuh ke saya karena saya spesialisnya gendang, sama ama Baba." Entong mengaku belajar gendang sejak SMP. "Ketika SD ikut orang tua manjak keliling kampung. Begadang semalam suntuk, kadang ampe tidur di kelas," bilang Entong.

Setelah menerima amanat dari orang tuanya, Entong pun langsung bekreasi melahirkan karya tari baru. Ia bersama-sama muridnya yang sekarang jadi seniman besar kerap membuat karya tari baru. “Mesti ada yang berani membuat karya baru. Pertama membuat karya, musik dan tarinya saya yang kerjakan,” ungkap Entong.

[page-pagination]

Kemampuan membuat karya bukan ujug-ujug tiba. Tahun 1980-an Entong ikut pelatihan di Laboratorium Tari dan Musik di Pusat Pengembangan Kesenian di jalan HR Rasuna Said. "Nah di sini saya gabung dengan teman-teman daerah lain. Ada dari Bali, Jawa, Sunda. Kita disuruh membuat karya-karya. Selain belajar membuat karya, kita juga disuruh ikut festival tari,” ungkap Entong.

Lantaran pelatihan itu, membuatnya piawai membuat karya tari. Salah satu karya tarinya yang popular adalah Nandak Ganjen pada 2001. "Sebelumnya saya sudah bikin tari Kembang Latar, tari Kembang Topeng,” ujar Entong yang tinggal di Ciracas. Jakarta Timur. 

Tari Nandak Ganjen dibuat dengan gaya ceria, dinamis, dan ada pantun. “Unsur geraknya saya kembangkan dari tari topeng. Musiknya saya coba pakai gambang kromong. Musiknya sangat sederhana. Alhamdulillah tari Nandak Ganjen disukai masyarakat Jakarta sampai ke mana-mana. Di Spanyol tari ini jadi juara,” kenang Entong.

Lantara tari Nandak Ganjen tersebar ke mana-mana, geraknya jadi berubah. “Karena orang banyak belajar dari YouTube. Pernah jadi juri tari, ada peserta membawakan karya tari Nandak Ganjen. Dia nari sendiri, gerakannya berantakan, ditanya siapa penciptanya tak tahu. Lalu Azmi yang juga jadi juri nyeletuk kalau yang membuat karya itu saya,” bilang Entong.

Halaman
Reporter: Rachmad Sadeli
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar