Yuk, Simak 8 Kata Betawi Langka, Lelenjing Sampai Gonggo
Sabtu, 13 Maret 2021 08:39 WIB
Share
Lestarikan bahasa Betawi agar tak punah. (Foto: Ist)

GERBANG JAKARTA. Banyak cara untuk melestarikan kata-kata Betawi yang jarang diucapkan lagi. Ada yang membuatnya dalam bentuk tulisan seperti yang dilakukan oleh Firman Muntaco melalui sketsa Betawinya. Bisa juga dengan menggunakan kata-kata Betawi itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya di rumah.  Nah, berikut ini 8 kata Betawi langka yang sudah jarang diucapkan. Sumbernya Gerbang Jakarta pilihkan dari Kamus Dialek Jakarta (Kamus Betawi) karya Abdul Chaer.

  1. Lelenjing. Alat penumbuk seperti alu tapi berukuran kecil. Biasanya dipakai untuk menumbuk bumbu. Lelenjing selain terbuat dari kayu ada juga yang terbuat dari besi. Tempat untuk menumbuknya disebut lumpang.
  2. Lengotan. Istilah untuk orang yang pelupa. Contohnya, ada orang menaruh sesuatu di sebuah tempat. Lalu, ketika ia akan mencarinya lagi lupa menaruhnya. Nah, itulah artinya lengotan (lupa dalam hal menyimpan barang).
  3. Kisut. Kata Betawi yang artinya mengkerut. Biasanya dipakai untuk menjelasakan kondisi kulit yang mengkerut lantaran usia.
  4. Rebek. Kata yang dipakai untuk menjelaskan tentang fisik yang kotor. Misalnya untuk mengatakan muka kotor karena belum mandi. Bisa juga untuk menjelaskan melakukan sesuatu tak rapi, misalnya dalam hal pengecatan (zaman dahulu namanya ngapur atau memberi kapur pada dinding),
  5. Rejeng. Istilah untuk menjelaskan seseorang yang ditangkap dan dipegang oleh banyak orang. Misalnya, kalo engge direjeng, die suse disuruh minum obat.
  6. Teisi. Artinya sendok teh atau sendok kecil. Dalam aplikasinya kata ini dipakai untuk pengganti kata sendok untuk makan.
  7. Kesrek. Dipakai untuk menjelaskan kondisi kulit yang tak halus.
  8. Gonggo. Nama lain untuk binatang laba-laba
Reporter: Rachmad Sadeli
Editor: Admin Local
Sumber: -
Berita Terpopuler