Sanggar Si Pitung: Selama Pandemi Lebih Sering Di Majelis Taklim

Jumat, 12 Februari 2021 10:26 WIB

Share
Sanggar Si Pitung: Selama Pandemi Lebih Sering Di Majelis Taklim

GERBANG JAKARTA. Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Yang diterapkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat memang sangat dirasakan dampaknya bagi seniman Betawi. 

Salah satunya Sanggar Betawi Si Pitung yang bermarkas di Rawa Belong,  Jakarta Barat. Panggilan demi panggilan banyak yang dibatalkan, bahkan yang sudah bayar uang muka pun membatalkan, seperti panggilan Palang pintu. Palang pintu merupakan salah satu rangkaian prosesi pernikahan adat Betawi. Palang pintu tetap dipakai sebagai bentuk pelestarian budaya turun-temurun yang sadar tidak boleh dilupakan begitu saja oleh generasinya.

Pimpinan Sanggar Si Pitung,  Bang Bachtiar menyebut, kebijakan PSBB memang saat besar sekali dampaknya. Terutama bagi seniman-seniman Betawi. Yang telah memesan membatalkan karena berbagai alasan. Kalau pun ada panggilan, tetap saja ngeri-ngeri sedap untuk dipenuhi. "Kalau sebelumnya ya, kita bisa dapat panggilan paling sedikit 100 kali selama setahun. Tapi sekarang cuma 1 atau 2 kali dalam sebulan. Bahkan dalam dua bulan pun tidak ada," curhat  Bachtiar dengan gaya logat betawinya, saat berbincang dengan Gerbang Jakarta, Jumat (12/2/2021).

Bahtiar mengutarakan, Sanggar Betawi selain palang pintu juga ada hadroh, lenong betawi,  serta musik betawi seperti gambang kromong, tanjidor, samrah, rebana ketimpring, qasidah, tari betawi. "Tapi sekarang memang dampaknya cukup besar bagi sanggar, " ucapnya. 

Lalu kemanakah orang-orang di Sanggar Si Pitung selama kegiatan? "Kalau ada yang punya kerjaan ya kembali dengan kerjaan,  yang belum kerja cari kegiatan lain. Kita sekarang lebih banyak latihan saja dan majelis taklim," tambahnya. 
Bachtiar juga menyampaikan,  Sanggar Si Pitung juga punya kerjaan dekorasi rumah adat betawi buat pernikahan,  atau pelaninan. "Masa daerah lain punya,  betawi gak ada. Nah,  kita bikin deh tuh rumah kebaya buat pernikahan orang Betawi. kalau bukan kita yabg lestarikan budaya Betawi  siapa lagi, " tutup Bachtiar. 






Reporter: Fierardi Rozy
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar