Adab Berbahasa Betawi, Jangan Asal Omong Lu-Gue

Jumat, 12 Februari 2021 13:43 WIB

Share
Adab Berbahasa Betawi, Jangan Asal Omong Lu-Gue

GERBANG JAKARTA. Bahasa Betawi berkembang dengan tradisi lisan. Menurut C.D. Grijns, peneliti dari Belanda, bahasa Betawi sebagai bahasa percakapan punya keterbatasan. Maksudnya bahasa Betawi sangat jarang dipakai untuk berkomunikasi dengan orang di luar kelompoknya. Biasanya kalau ketemu orang luar Betawi, mereka akan langsung memakai bahasa Indonesia atau Melayu tinggi.

Dalam percapakapannya, orang Betawi punya adab atau aturan ketika menyapa seseorang. Menurut Abdul Chaer dalam buku Folklor Betawi, ada pedoman yang mesti dipatuhi ketika komunikasi dengan orang Betawi. Hal ini berkaitan dengan kesantunan dalam berbahasa, khususnya buat etnis di luar Betawi.

Pertama, tak dianjurkan menyapa atau memulai pembicaraan memakai bahasa Betawi dengan orang yang tak dikenal. Menegur orang adalah sifatnya formal. Boleh dipakai tapi mesti memperhatikan status sosial. Sebaya boleh pakai gue dan lu, tapi kalau belum dekat atau lebih tua harus pakai kata aye (saya) dan die (kamu). Ini pun masih formal. Untuk situasi tidak formal biasanya pakai kata nama diri.

Berikutnya, walaupun lawan bicara sudah dikenal kita mesti tahu kondisi. Ketika situasi formal, seperti pengajian atau peminangan, bahasa Betawi biasanya tak dipakai. Tetapi biasanya memakai bahasa Indonesia.

Walaupun sebagian besar kata bahasa Indonesia dapat diberi awalan dan akhiran bahasa Betawi, tetapi kita mesti hati-hati. Banyak orang menyangka kalau sudah mengganti bunyi ah/a pada akhir kata menjadi e, sudah Betawi. Misalnya utare tak dikenal di Betawi, yang ada ilir.

 

Reporter: Rachmad Sadeli
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar