Beda Banjir Semarang dan Jakarta

Selasa, 9 Februari 2021 00:13 WIB

Share
Beda Banjir Semarang dan Jakarta

GERBANG JAKARTA. Jagat media sosial di Indonesia memang kreatif. Ketika musim hujan dan banjir datang, mereka ramai memperbincangkan soal kondisi alam yang melanda sejumlah kota-kota besar di Indonesia, di antaranya Semarang dan Jakarta.

Semarang dan Jakarta pernah sama-sama dilanda banjir besar. Di antara perbincangan itu, menyangkut apa persamaan dan perbedaan penyebab banjir yang terjadi di dua kota besar itu. Salah satu yang menjadi sorotan netizen adalah pernyataan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan curah hujan ekstrem sebagai penyebab banjir Semarang. Hal itu diungkapkan Basuki saat meninjau salah satu wilayah yang terdampak banjir di Kota Lama Semarang. Lebih lanjut, menurut Basuki siklus hujan lebat 50 tahunan menjadi penyebab utama banjir di Semarang. Hal itu berdasarkan data BMKG yang diperolehnya, dari data itu dia menyebutkan curah hujan ekstrim memang diprediksi akan terjadi dan menjadi kenyataan.

Nah, bagaimana dengan banjir di Jakarta? Berbeda dengan Semarang, menurut Kementerian PUPR,  banjir Jakarta disebabkan karena kondisi drainase yang buruk, bukan karena luapan air sungai. Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR Bambang Heri Mulyono menyatakan pihaknya sudah pernah melakukan pengecekan secara detail mengenai penyebab banjir tersebut.

Namun lain lagi pendapat pakar hidrologi Universitas Diponegoro Suripin. Menurut Suripin, kurang tepat menyalahkan alam, dalam hal ini hujan, atas banjir di Semarang. Karena kata dia, yang dominan adalah faktor antropodemik, yaitu faktor yang ditimbulkan oleh kegiatan manusia. "Hujan dari dulu kan begitu, kadang-kadang tinggi, kadang-kadang rendah, itulah gunanya melakukan analisis perencanaan sistem," terangnya.

Beda pendapat memang sah-sah saja di negara demokrasi, termasuk di jagad maya. Menurut Anda sendiri bagaimana? (RA)

Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar