Ini Dia 3 Hal Penyebab Banjir Semarang

Minggu, 7 Februari 2021 23:24 WIB

Share
Ini Dia 3 Hal Penyebab Banjir Semarang

GERBANG JAKARTA. Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyebut ada tiga hal yang menjadi penyebab banjir di wilayahnya. Apa saja?

Seperti diberitakan Poskota Jateng, di sela-sela kunjungannya ke derah terdampak banjir, Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi menyatakan, banjir di Kota Semarang terjadi karena tiga hal besar, yakni curah hujan tinggi, drainase yang kurang memadai dan banjir karena rob. "Banjir di Semarang ada tiga penyebabnya yakni karena hujan sehingga air harusnya masuk ke sungai dan sungainya harus dinormalisasi, lalu karena hujan dan masuk daerah perkotaan jadi drainase nya harus di besarkan karena curah hujan sangat tinggi, yang ketiga banjir karena rob," tuturnya.

Pemprov, kata Hendi, sudah melakukan evaluasi atas banjir kali ini. "Evaluasi kita adalah perbaikan atau memperluas sistem drainase, lalu meningkatkan kapasitas pompa dan yang ketiga kami berharap menteri PUPR untuk bisa menyelesaikan tanggul lautnya yang juga sebagai tol  antara Demak, Semarang dan Kendal, ini kan sudah jalan, nah kalau itu selesai Insyaallah semuanya bisa berjalan sesuai rencana semarang tidak banjir."

Walikota juga menambahkan, "Kita tahu listrik menjadi persoalan yang tidak pas saat banjir seperti ini, karena di semarang Utara kemarin ada salah satu korban meninggal dunia karena kesetrum, maka saya sampaikan ke masyarakat agar bisa menunggu genangannya kering dulu nanti setelah itu kita sampaikan ke PLN agar bisa dihidupkan lagi," imbuhnya.

Hendrar Prihadi Walikota bersama sekda Kota Semarang, TNI, Polri, BPBD Kota Semarang pada hari Minggu (7/2) melakukan tinjauan dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir. Hendi juga mengunjungi beberapa dapur umum dan memberi bantuan logistik dan nasi kotak. Salah satunya di dapur umum Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari. (icul)

Reporter: Admin Local
Editor: Admin Local
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar